MARTABAT KEHIDUPAN MANUSIA

1.Manusia : citra Allah di Bumi ini

Citra Allah adalah sebutan bagi manusia, baik laki-laki dan perempuan yang dipanggil untuk mewujudkan cinta ilahi. Dalam doktrin Kristen, manusia adalah citra Allah untuk berkuasa atas semua mahluk sebagai wakil yang mewakilkan sang Pencipta. Tugas dari manusia sebagai citra Allah selain berkuasa, juga mengusahakan agar seluruh ciptaan memuliakan Allah. Keberadaan manusia sebagai citra Allah merupakan sebuah anugerah sekaligus tugas bagi setiap manusia Di dalam ajaran Kristen, citra Allah dibedakan menjadi: Citra Allah yang istimewa atau khusus ialah pengetahuan, kebenaran dan kesucian.[ Citra Allah yang umum ialah segala sifat manusia yang membedakan manusia dari makhluk lainnya. Ajaran citra Allah dalam doktrin Kristen berkaitan dengan kejatuhan umat manusia. Sejak kejathan manusia pertama, yaitu Adam dan Hawa, citra Allah menjadi rusak, namun hal citra itu dikembalikan lagi hanya melalui keselamatan oleh Yesus Kristus. Manusia di ciptakan sama dan serupa dengan citra Allah. Sebagai manusia yang memiliki citra Allah, sudah pasti bahwa sebetulnya banyak sekali sifat positif yang ada di dalam diri kita. Namun apakah selama ini kita telah berusaha untuk mengekspresikan sifat-sifat baik ini ke permukaan? Memang sudah selayaknya kita mengadopsi sifat-sifat positif sebagaimana yang di miliki oleh Sang Pencipta kita - Tuhan. Dengan mengadopsi sifat-sifat yang positif itu, maka akan terjadi keserupaan antara kita dengan Yang Menciptakan Kita. Jika keserupaan itu telah terbentuk, secara otomatis kita akan hidup di dalam Dia, dan Dia akan hidup di dalam diri kita. Dan pada akhirnya perilaku kita akan serupa dengan perilaku Dia. Kita tentunya akan berperilaku yang positif - maksudnya perbuatan-perbuatan kita akan baik, tidak merugikan orang lain, tidak menyakiti orang lain, dan lain sebagainya. Pun, setiap tindakan atau perbuatan yang kita lakukan akan menjadi berkat buat orang lain. Apa yang kita kerjakan sehari-hari, misalkan sebagai perawat, sebagai sopir, sebagai manajer, sebagai pejabat, sebagai pengusaha, itu semua adalah peran-peran kita di dunia ini, bukan jati diri kita yang sebenarnya. Sebab jati diri itu tidak tampak secara kasat mata, namun hidup di dalam diri kita, dan bisa kita rasakan, serta bisa diekspresikan. Sekali lagi, jati diri bukanlah apa yang Anda kerjakan saat ini, namun merupakan sifat-sifat baik yang universal, dan sifat-sifat baik yang universal inilah yang sebetulnya sifat-sifat dari Tuhan, sifat-sifat ini yang perlu kita adopsi dan diinternalisasikan di dalam diri kita sehingga kita menjadi serupa dengan Dia. Sifat-sifat baik yang universal ini antara lain seperti: perasaan kasih sayang, sabar, suka memberi, setia, murah-hati, memaafkan, kebaikan, lemah-lembut, jujur, percaya diri , semangat, dan masih banyak yang lainnya. Jadi, sebetulnya jati diri kita yang sesungguhnyaadalah sifat-sifat seperti yang telah saya sebutkan. Setiap orang sudah pasti memiliki suatu citra diri. Citra adalah gambaran yang dapat di lihatsecara kasat mata, dan apa yang dapat dilihat adalah perilakunya. Perilaku seseorang adalah pantulan dari isi pikiran seseorang. Oleh sebab itu, apa yang dipikirkan oleh seseorang, suatu saat dia akan bertindak atau berprilaku seperti apa yang dipikirkan nya itu. Citra diri Anda merupakan persepsi yang tertanam dan terpelihara di dalam benak orang lain. Maksudnya, orang akan mengenali diri Anda lewat perilaku-perilaku yang ditampilkan sehari-hari. Apakah orang akan menyukai atau menolak anda, tergantung dari perilaku-perilaku Anda sendiri. Bila Anda menampilkan perilaku yang baik, tentu orang-orang di sekeliling Anda akan menyukainya. Sebaliknya bila perilaku Anda buruk, pasti tidak ada yang mau mendekat dengan Anda. Di atas, telah saya sampaikan bahwa perilaku seseorang adalah pantulan dari isi pikirannya. Jika Anda ingin menjadi orang yang baik tentunya Anda harus terlebih dahulu membangun citra-citra yang positif, dan ini harus kita bentuk dahulu di dalam pikiran kita, sebelum perilaku yang baik itu muncul ke permukaan. Bila citra yang positif ini sudah terbentuk di dalam pikiran, kita akan secara otomatis berprilaku seperti citra-citra yang sudah ada di dalam pikiran itu. Citra diri perlu untuk dibangun atas dasar kebenaran yang universal, sehingga menjadi sehat, kokoh dan kuat. Untuk membangun suatu citra diri yang sehat, kokoh dan kuat ini, tidak ada hal lain selain kita harus mengadopsi sifat-sifat baik yang universal sebagaimana telah disebutkan di atas, seperti sifat kasih sayang, sabar, jujur, dan lain sebagainya. Kalau kita menanam sifat kasih sayang pada diri kita - pikiran, maka perilaku kita akan serupa dengan pikiran itu. Ini memang sudah hukumnya, apa yang ditanam, dialah yang akan tumbuh. Sekarang ambil keputusan: Anda ingin menjadi apa? Menjadi orang baik atau menjadi orang buruk, ini pilihan Anda. Apa yang Anda pilih itulah kehidupan yang akan Anda jalani. Setiap pilihan tentu membawa konsekuensinya sendiri. Bila Anda telah menetapkan pilihan dan memutuskannya, maka Anda harus bertanggung jawab atas pilihan itu. Saya percaya tentu Anda ingin menjadi orang yang baik, kan? Kalau ini sudah menjadi keputusan Anda, maka Anda harus mengadopsi sifat-sifat baik yang universal seperti disebutkan di atas dan menginternalisasikan agar menjadi diri Anda, menetap di dalam diri Anda, sehingga Dia hidup di dalam diri Anda, dan Anda hidup di dalamNya. Ambillah satu sifat, misalkan "kesabaran". Buatlah perenungan tentang kata ini, lihatlah di dalam mata pikiran Anda, seperti apa sikap dan perilaku orang yang sabar itu. Temukan gambaran-gambaran yang pas dan sesuai dengan keinginan Anda ketika Anda membayangkan. Bila Anda telah menemukan gambaran yang pas dan cocok dengan keinginan anda, tahan gambaran itu di dalam pikiran Anda, agar meresap sampai ke bawah sadar. Ulangi terus-menerus penggambaran mental ini sampai Anda bisa merasakan bahwa gambaran itu hidup di dalam diri Anda. Maksudnya, Anda sudah merasa bahwa Anda sudah seperti gambaran itu dan Anda sudah yakin bisa beperilaku seperti itu. Agar benar-benar bisa berperilaku sebagai orang yang sabar, tentu Anda harus bertindak dengan mempraktikkan secara langsung dalam aktivitas sehari-hari. Ketika pikiran, perasaan, dan tindakan Anda sudah selaras atau menyatu, maka Anda benar-benar sudah menjadi orang yang sabar. Selanjutnya, programlah sifat-sifat baik yang lain, lakukan sama sepeti penjelasan ini. Bila sudah banyak sifat-sifat baik yang ditanamkan pada citra diri Anda, maka citra diri Anda itu otomatis akan menjadi baik, dan semakin baik citra diri Anda, akan semakin banyak orang mau berhubungan atau mendekatkan diri dengan Anda. Inilah yang nantinya akan menjadi keuntungan-keuntungan buat diri Anda.
2.Manusia Pribadi

Kita dapat saja dihinggapi oleh perasaan rendah diri atau rasa minder yang dapat menjadi kendala bagi perkembangan diri kita. Refleksi alkitabiah tentang manusia sebagai gambaran dan citra Allah kiranya dapat membangkitkan rasa harga diri pada diri kita.
Apa artinya manusia adalah gambaran dan citra Allah? Apa kekhasan atau keunikan manusia sehingga dapat disebut sebagai citra Allah? Pada saat ini akan diperdalam dua hal unik dari manusia, yang membedakan manusia dari ciptaan lain di bumi ini dan yang membuat manusia lebih mirip dengan sang Penciptanya.

1.Manusia memiliki akal budi dan kehendak bebas dan hati nurani.
Dengan akal budinya, manusia dapat mengerti dan menyadari dirinya dan dunia sekitarnya, dapat mengembangkan hubungan yang khas antarmanusia dan dapat membuat kemajuan. Hewan misalnya, tak dapat melakukan itu.
Dengan kehendak bebasnya, manusia dapat bertindak, yaitu melakukan sesuatu dengan sengaja dan bertanggung jawab. Ia dapat melakukan tindakan-tindakan moral.
Dengan hati nurani kita dapat membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik dalam kehidupan kita sehari-hari.

2.Manusia dikaruniakan kemampuan untuk “berkuasa” oleh Allah. Ia diberi kuasa untuk memanfaatkan, menata, dan melestarikan ciptaan lainnya. Ia menjadi rekan sekerja dari Tuhan untuk mengembangkan alam ini.
Kitab Kej 1:26-27 mengisahkan: Berfirmanlah Allah: “Baiklah kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi. Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia, laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka”. Dalam kutipan ini jelas dinyatakan bahwa manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Tentabng makhluk-makhluk yang lain tidak dikatakan seperti itu.
Manusia diberi empat kemampuan yang membedakannya dengan ciptaan lain. Empat kemampuan itu antara lain sebagai berikut.

1.Kemampuan Akal Budi
Dengan akal budi antara lain kita dapat:
a.Mengerti dan menyadari diri sendiri.
Manusia mengerti dan sadar bahwa dia ada, bahwa ia sedang berbuat sesuatu. Ia sadar bahwa ia sadar. Ia dapat merefleksikan kembali apa yang sedang dia buat. Hanya manusia dapat berbuat demikian, binatang tidak!

b.Mengerti dan menyadari apa saja di luar dirinya.
Manusia dapat menyadari bahwa ada awan dan ada hujan, dan mencari tahu hubungan antara awan dan hujan. Manusia dapat mencari hubungan antara faktor-faktor dan membuat kesimpulan. Hewan tidak. Manusia dapat membuat rencana untuk masa depan, binatang tidak.Kalau mendapat 2 buah apel, manusia dapat makan satu buah dan yang lainnya disimpan. Kalau babi dia akan memakan kedua-duanya.

c.Manusia dapat mengembangkan dirinya, dapat membuat riwayat dan sejarah hidupnya.Manusia dapat bertanya dan mencari jawaban. Dengan demikian, manusia dapat membuat kemajuan, dapat menetukan arah dan sejarah hidupnya.

d.Manusia dapat membangun hubungan yang khas dengan sesama.Manusia dapat bertemu dan mengalami kebersamaan dan persahabatan dengan orang lain. Karena itu, manusia menciptakan bahasa, adat istiadat, dan sebagainya.


2.Kemampuan Berkehendak Bebas
Kehendak bebas berarti kemampuan untuk bertindak dengan tidak ada paksaan. Kebebasan merupakan ciri khas manusia.
a.Dengan kehendak bebas, kita dapat bertindak dan melakukan sesuatu dengan sengaja.Hanya manusia dapat melakukan sesuatu dengan sengaja. Melakukan dengan tahu dan mau. Hewan tidak. Hewan berbuat sesuatu karena naluri.

b.Dengan kehendak bebas manusia dapat melakukan suatu tindakan dan perbuatan moral.Tindakan moral hanya dapat dibuat oleh manusia, sebab hanya manusia dapat bertindak dengan tahu dan mau. Hewan tidak.Oleh karena itu, manusia mempunyai kewajiban-kewajiban moral.Kewajiban moral ini dibisikkan oleh hati nurani kita masing-masing. Tuhan berbicara kepada kita lewat hati nurani kita!

c.Dengan kehendak bebas, kita dapat bertindak secara bertanggung jawab.
Hanya manusia dapat bertindak dengan bertanggung jawab. Hewan tidak,

3.Kemampuan Hati Nurani
a.Hati nurani berfungsi sebagai pegangan, pedoman, atau norma untuk menilai suatu tindakan, apakah tindakan itu baik atau buruk.
b.Hati nurani berfungsi sebagai pegangan atau peraturan-peraturan konkret di dalam kehidupan sehari-hari.
c.Hati nurani berfungsi menyadarkan manusia akan nilai dan harga dirinya.

4.Kemampuan “Menguasai”

Tuhan menyerahkan alam lingkungan ini kepada manusia untuk menguasainya. Bukan menguasainya secara sewenang-wenang., tetapi menguasainya secara bertanggung jawab. Tuhan menghendaki supaya alam ini, selain digunakan oleh manusia, supaya ditata dan dilestarikan. Kita menjadi rekan sekerja Tuhan untuk mengembangkan alam lingkungan kita. Untuk itu, kita dikurniai akal budi dan kehendak bebas.
Dengan melihat kemampuan-kemampuan tersebut, kiranya menjadi jelas bahwa manusia adalah makhluk yang istimewa dan unik. Manusia adalah makhluk yang berpribadi dan bermartabat. Manusia sungguh gambaran dan citra Allah. Oleh sebab itu, sesudah manusia diciptakan sebagai puncak ciptaan, Dalam Kitab Kejadian (Kej 1:31) tertulis: “Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya sungguh amat baik!”

Comments

Popular posts from this blog